Pelantikan PW PII Kalimantan Tengah dan HARBA ke-79 Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Pelajar Islam di Era Digital

MediaMahatidana — Pelajar Islam Indonesia Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter, intelektual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman melalui Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) PII Kalimantan Tengah yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Bangkit (HARBA) PII ke-79, Jumat (16/5).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, mengusung tema “Revitalisasi Gerakan Pelajar Islam Indonesia sebagai Rumah Kaderisasi dan Wadah Kolaborasi Pengembangan Pelajar dalam Mewujudkan Kalteng Cerdas untuk Menyambut Indonesia Emas 2045.”

Acara tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kota Palangka Raya. Hadir di antaranya perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Majelis Ulama Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Rohis Kota Palangka Raya, serta delegasi pelajar dari sejumlah sekolah.

Ketua KB PII Kalimantan Tengah sekaligus mewakili Bupati Barito Selatan, Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M., melalui sambutan yang disampaikan Drs. H. Rois Mahfud, M.Pd., menyoroti tantangan generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi dan fenomena “generasi scroll” yang dinilai berpotensi memicu krisis karakter dan degradasi nilai.

Menurutnya, PII harus hadir bukan hanya sebagai organisasi formal, tetapi sebagai ruang pembinaan yang mampu melahirkan generasi literatif, kritis, produktif, dan berakhlak mulia.

“Pelantikan hari ini adalah awal dari amanah perjuangan. Pemimpin bukan soal jabatan, melainkan tentang tanggung jawab dan pengabdian. Harus siap bekerja, siap melayani, siap mendengar, dan siap berkembang demi organisasi serta umat,” ujarnya.

Dukungan terhadap eksistensi PII juga disampaikan Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, H. Elly Saputra, S.Pd., M.Si. Ia menilai organisasi pelajar memiliki peran strategis dalam membangun karakter, spiritualitas, dan kesadaran intelektual generasi muda di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Sementara itu, Ketua Umum PW PII Kalimantan Tengah terpilih, Haerul Anwar, menegaskan bahwa PII harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pelajar untuk bertumbuh dan mengembangkan potensi diri.

“Kami tidak ingin hanya menjadi organisasi yang hidup di atas nama dan atribut semata. PII harus menjadi rumah yang terbuka, tempat setiap pelajar merasa diterima untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan arah perjuangannya,” katanya.

Ketua Panitia, Abdul Sani, menyebut HARBA PII ke-79 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum kebangkitan gerakan pelajar Islam.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk menguatkan kembali peran PII sebagai rumah kaderisasi, tempat lahirnya generasi pelajar yang berilmu, berakhlak, dan memiliki komitmen perjuangan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Pengurus Besar PII, Abdul Rohim, S.T., turut menegaskan pentingnya penguatan nilai dan literasi digital di tengah keterbukaan akses informasi yang semakin luas. Menurutnya, PII harus mampu hadir sebagai ruang solusi dan pembinaan bagi pelajar.

Ia kembali menegaskan trilogi perjuangan PII, yakni Muslim, Cendekia, dan Pemimpin, sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi pelajar yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.

Pelantikan PW PII Kalimantan Tengah dan HARBA PII ke-79 menjadi simbol kebangkitan semangat perjuangan pelajar Islam di era digital. Melalui momentum tersebut, PII diharapkan terus menjadi wadah kaderisasi yang mampu menjaga idealisme, memperkuat karakter, serta melahirkan generasi pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045.